Berita Inovatif: Siswa SMK HKTI Temanggung Ubah Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Multifungsi

Temanggung, [3 November 2025] – Siswa-siswi SMK HKTI Temanggung menunjukkan kreativitas dan kepedulian lingkungan melalui proyek praktik mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) yang inovatif. Di bawah bimbingan guru Solikhah, S.Si., mereka berhasil mengolah limbah minyak jelantah  menjadi produk sabun padat dan sabun cair yang siap pakai, sebagai bagian dari metode pembelajaran Project Base Learning (PBL).

Proyek yang bertajuk “Pemanfaatan Minyak Jelantah jadi Sabun Padat & Sabun Cair” ini berfokus pada pemanfaatan limbah. “Tujuan utama praktik ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada siswa tentang cara mendaur ulang limbah, khususnya minyak jelantah, yang seringkali dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan,” jelas Ibu Solikhah.

Proses Pembuatan yang Teliti

Proses pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dilakukan melalui serangkaian langkah ilmiah yang terstruktur:

  1. Penyerapan Kotoran: Minyak jelantah direndam dengan arang aktif selama 24 jam untuk menyerap kotoran dan memperbaiki warna.
  2. Filtrasi: Minyak kemudian disaring menggunakan kertas saring untuk memastikan kemurniannya.
  3. Saponifikasi: Siswa menambahkan larutan alkali: NaOH untuk pembuatan Sabun Padat (mencuci tangan) dan KOH untuk pembuatan Sabun Cair (mencuci piring).
  4. Aroma dan Warna: Untuk mempercantik dan memberikan nilai tambah, ditambahkan essential oil (aroma) dan pewarna sesuai selera.
  5. Pengemasan: Setelah proses selesai, sabun dikemas rapi dan diberi label, seperti terlihat pada produk sabun batang yang cantik dan sabun cair pencuci piring SMK HKTI Temanggung yang memiliki warna-warna menarik. Produk dianjurkan untuk digunakan satu bulan setelah pembuatan agar proses saponifikasi tuntas.

 

Hasil Akhir dan Manfaat Lingkungan Hasil akhir dari proyek ini adalah:

  • Sabun Batang (Padat): Digunakan untuk mencuci tangan, tersedia dalam berbagai varian aroma/essential oil.
  • Sabun Cair: Diklaim mampu mencuci piring dengan bersih maksimal, dengan slogan “1 Tetes Cukup, Daya Cuci Extra Hemat dan Bersih”.

Proyek ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memiliki tindak lanjut yang signifikan. Diharapkan, murid dapat menerapkan ilmu ini untuk membuat sabun di rumah, mengurangi pembuangan minyak jelantah ke saluran air, dan secara langsung mengurangi jumlah limbah cair domestik di lingkungan mereka.

Inisiatif ini membuktikan bahwa edukasi berbasis proyek dapat menumbuhkan jiwa wirausaha dan kesadaran lingkungan pada generasi muda, mengubah limbah yang tadinya masalah menjadi produk bernilai guna.

Berita Terkait